Tak Cuma Granit Xhaka, Ada Juga 5 Kapten Terburuk Lainnya di Liga Inggris

img
Oct
29

 

Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, memperoleh perlakuan yang tidak mengenakkan waktu teamnya bermain 2-2 menantang Crystal Palace, Senin (28/10/2019) di Emirates Fase. Pemain dari Swiss itu mendapatkan cemoohan dari fans The Gunners.

Kemelut dengan supporter mencapai puncak waktu Xhaka ditarik keluar di menit ke-60. Xhaka diganti pemain muda, Bukayo Saka.

Waktu Xhaka akan keluar, Arsenal dalam keadaan seimbang 2-2. Beberapa supporter yang ada tentu saja ingin The Gunners memenangkan laga itu.

Tetapi, Xhaha seperti menyengaja berjalan perlahan waktu ke arah ke tepi lapangan. Tindakan itu membuat simpatisan Arsenal emosi serta meneriakkan cemoohan pada Granit Xhaka.

Cemoohan fans Arsenal membuat Xhaka emosi. Dia menepelkan tangannya ke telinga seakan memberikan isyarat ingin terus disoraki.

Sesudah keluar, Xhaka justru tidak mendekati tempat duduk pemain. Dia langsung ke arah ke ruangan ubah sekalian melepas jerseynya.

Xhaka yang memegang jadi kapten team dipandang tidak wajar sebab sering tampilkan kekeliruan di dalam bermain. Tidak hanya Granit Xhaka, ada pula kapten di Premier League yang dipandang performnya jelek. Berikut 5 kapten yang dipandang terjelek di Premier League.

  1. John O’Shea

John O’Shea diambil jadi kapten Sunderland pada 2013. Pengalaman bersama dengan Manchester Unietd jadi satu antara fakta mengapa dia jadikan kapten team.

Sayang, O’Shea tidak dapat bawa Sunderland bangun. Pada 2017, Sunderland harus terdegradasi ke Divisi Championship.

Tidak itu saja, dia makin banyak bergelut dengan luka.

  1. Wayne Rooney

Wayne Rooney pernah jadi kapten sebelum keluar dari Manchester United. Tetapi, waktu waktu kepelatihan Louis van Gaal, tempat bermainnya dipindah ke beberapa tempat.

Strategi itu diambil untuk memberi Rooney waktu bermain. Tetapi, banyak yang memandang Rooney tidak memiliki jiwa kepemimpinan.

Selanjutnya di akhir musim, Setan Merah tidak berhasil maju ke Liga Champions Champions. Van Gaal langsung mundur serta diganti Jose Mourinho.

  1. Per Mertesacker

Per Mertesacker dipilih jadi kapten Arsenal satu hari sebelum musim 2016-2017 berguling. Tetapi, saat musim berguling ia belum dapat bermain sebab alami luka lutut.

Per Mertesacker makin banyak memberi motivasi pada rekan-rekannya lewat Twitter. Diluar itu, banyak yang sayangkan penunjukkan Per Mertesacker. Ketetapan itu dipandang kekeliruan sebab waktu itu musim terakhir kalinya serta dia telah berumur 32 tahun.

Dia dipandang tidak akan optimal jadi kapten Arsenal.

  1. Ryan Shawcross

Ryan Shawcross adalah pemain penting semenjak tinggalkan Manchester United serta masuk dengan Stok City. Kekuatannya jadi bek tengah tentu saja tidak butuh disangsikan .

Tetapi, semua berlainan sesudah ia didapuk jadi kapten team. Shawcross dipandang tidak mempunyai jiwa kepemimpinan sebab tidak dapat mengatur pemain senior.

Banyak yang memandang Shawcross adalah pemain yang memiliki potensi komplet, tapi tidak oke saat jadi kapten.

  1. Curtis Davies

Pada awal musim 2016-2017, Hull City jadi satu antara team yang dapat ada di papan atas. Tidak itu saja, sang manager dikukuhkan jadi yang paling baik pada Agustus.

Tetapi, semua beralih sesudah kaptennya, Michael Dawson luka. Hull City selanjutnya pilih Curtis Davies jadi kapten.

Semenjak Dawson luka, Hull tidak memenangi satu laga juga. Serta, Hull City sampai ada di tempat ke-19.

Davies benar-benar sangat bagus di dalam bermain, namun scuad dipandang kalut semenjak dianya jadi kapten.