Messi Membuat Longgar Argentina

img
Oct
11

Tapi Argentina berhasil menjaga mental mereka agar tidak jatuh. La Albiceleste keduanya berpengalaman pada babak pertama setelah dua gol melalui Messi, masing-masing pada menit ke-12 dan ke-20. Di babak kedua Messi terus kegemilangannya. Dia mencetak hat-trick di menit ke-62 untuk memastikan kemenangan Argentina 3-1. Hasilnya dibuat untuk posisi tiga Kualifikasi Piala Dunia dengan raihan 28 poin dan langsung memenangkan tiket ke Rusia. Lompatan Jorge Sampaoli berhasil melewati Kolombia dan Peru yang finis kelima dan kelima. Ekuador segera memimpin Argentina di menit pertama melalui umpan umpan satu-dua. Ibarra, yang menerima bola terakhir di dalam kotak penalti, melepaskan bola ke gawang Argentina untuk memimpin tim tuan rumah unggul 1-0.

Argentina mencoba bangkit dengan cepat. Alhasil, gol penyeimbang datang di menit ke-12. Angel Di Maria yang menyisir sisi kiri melepas umpan umpan ke kotak penalti, Messi langsung menyambar kedatangan bola untuk menyamakan skor menjadi 1-1. Messi kembali mencetak gol di menit ke-20 untuk membawa Argentina kembali lewat 2-1. Pemain Barcelona berhasil merebut bola dari pemain lawan untuk menembus kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke pojok kanan atas gawang Maximo Banguera. Menjelang akhir jeda, Di Maria mengambil Albiceleste yang indah setelah Messi membagikan bola tangan. Di Maria berangkat untuk memanfaatkan umpan tersebut, namun Banguera berhasil mengumpulkan bola sebelum terjatuh ke kaki Di Maria. Hingga babak pertama usai, skor 2-1 tidak berubah untuk keunggulan Argentina. Di babak kedua Argentina bermain jauh lebih baik. Mereka tidak muntah ke wilayah seperti pembelaan Tim Tango. Gol ketiga didapat Argentina pada menit ke-62. Messi, yang bergerak dari sisi tengah menggiring bola dengan satu kotak dua pemain lawan.

Setelah satu langkah masuk ke kotak penalti, La Pulga langsung mengukur ke sisi kanan kanan atas kiper Ekuador. Argentina 3-1 melalui hattrick Messi lewat. Tertinggal dua gol Ekuador mulai lebih agresif menekan. Tapi, serangan dari tim tuan rumah sering menemui jalan buntu di wilayah sepertiga pertahanan Argentina. Sementara, Argentina sedikit melonggarkan serangan di babak kedua dengan lebih aktif membayangi pergerakan pemain Ekuador.