5 Pemain yang Bermain Lebih Bagus di Timnas daripada Klub

img
Mar
28

 

Di panggil menguatkan tim nasional negara semasing adalah yang diimpikan buat pesepak bola profesional. Bila mereka memperoleh panggilan masuk scuad, berarti, usaha keras mereka bersama dengan club diawasi serta dihargai berbentuk pemanggilan itu.

Akan tetapi, ada pula kejadian unik saat beberapa pemain tampil lebih baik saat kenakan jersey negara dibandingkan bermain di club.

Pelatih level negara seolah tidak perduli sang pemain jadi pemain pengganti di klubnya. Nama mereka masih diikutkan waktu tim nasional ikuti acara internasional.

Ada lima pemain mode semacam itu. Siapapun juga saja mereka?

Lukas Podolski

Karena sangat beruntungnya Jerman setiap kali membawa Lukas Podolski ke scuad team, produk akademi FC Cologne sampai dimaksud lucky charm (jimat keberuntungan) buat Die Mannschaft.

Saat Podolski masih tetap menguatkan Tim nasional Jerman, ia ikut serta dalam scuad yang tempati posisi tiga Piala Dunia 2006, 2010, semi final Euro 2012, 2016, finalis Euro 2008, serta waktu Jerman juara Piala Dunia 2014.

Prestasi yang unik, walau sebenarnya tampilan Podolski relatif biasa saja bersama dengan klubnya (Cologne, Bayern Munchen, Arsenal, Inter Milan). Sekarang ini, striker berumur 33 tahun masih tetap aktif bermain di Jepang bersama dengan Vissel Kobe.

Guillermo Ochoa

Tindakan penjaga gawang berumur 33 tahun tetap memikat serta jarang menyedihkan bersama dengan Tim nasional Meksiko. Tetapi uniknya, saat mentas di level club, nama Guillermo Ochoa belum pernah se-populer dianya saat bermain untuk tim nasional.

Selama karir profesionalnya di level club, Ochoa belum pernah menguatkan club besar: America, San Luis, Ajaccio, Malaga, Granada, serta sekarang ini menguatkan Standar Liege. Ochoa sudah mengepak 100 caps dengan Tim nasional Meksiko.

Miroslav Klose

Legenda sepak bola Jerman dengan prestasi di level club yang biasa saja (terkecuali waktu menguatkan Bayern Munchen 2007-2011). Miroslav Klose baru ramai dibicarakan publik saat menguatkan Tim nasional Jerman.

Penyerang berpaspor Jerman berdarah Polandia itu mengepak 137 caps serta 71 gol dengan Tim nasional Jerman, yang diperkuatnya saat 13 tahun (2001-2014). Klose tipikal striker classic yang bisa mengonversi kesempatan menghasilkan gol.

Jasper Cillessen

Nasib penjaga gawang berumur 29 tahun begitu berlainan di Tim nasional Belanda dengan Barcelona. Pikirkan saja, bagaimana dapat seseorang penjaga gawang nomer satu Tim nasional Belanda, jadi pemain pengganti di Barcelona?

Uniknya, penjaga gawang nomer satu Barca, Marc-Andre ter Stegen, justru jadi pelapis Manuel Neuer di Tim nasional Jerman. Akhirnya juga bisa ditebak: Cillessen malah tampil terlihat begitu bagus dengan Belanda daripada Barcelona.

Eduardo Vargas

Anomali perform pula tampak pada penyerang berumur 29 tahun, Eduardo Vargas. Ia dapat tampil heroik seperti petarung saat menguatkan Tim nasional Chile, akan tetapi saat kembali menguatkan team, namanya tak akan terdengar.

Vargas tidaklah terlalu cemerlang waktu menguatkan Napoli, Gremio, Valencia, serta Hoffenheim. Sekarang ini, Vargas bermain di Meksiko bersama dengan Tigres UANL.